Featured Post Today
print this page
Latest Post

TIPS MENGHAFAL AL-QURAN ALA USTADZ YUSUF MANSUR

🌺 TIPS MENGHAFAL AL-QURAN ALA USTADZ YUSUF MANSUR 🌺

faidah dari ceramah "Metodologi Menghafal Qur'an" https://youtu.be/otg0vKtc8U0

1. Ketika seseorang mau ngafal, baru 1-2x or 4-5 berusaha ngafal, udah hafal. Langsung ke ayat berikutnya. Harusnya jangan! Ulang dulu 20-40 kali

2. Ngafal itu di nikmati, bukan dipercepat. Dinikmati, diresapi hingga ayat itu menyatu dengan darah dan daging kita. Dengan hati dan pikiran kita

3. Baca ayat 1, 20-40 kali. Nanti juga hafal sendiri. Pakai dulu dalam shalat sunah. Ayat berikutnya baca 20-40 kali. Hafalnya hafal beneran dah tuch

4. Lihat no ini 922 922 922. Trus tutup artikel ini. Pasti langsung hafal. Itulah “hafalan bohong”. Hafalan permukaan. Minggu depan? Bulan depan? Lupa.

5. Membaca berulang-ulang adalah proses menghafal juga. Rajin-rajin aja baca berulang-ulang. Disabarin, dinikmatin. Tp truuuuuussss jalan hingga tetap hafal 1 surat

6. Seperti an-naba 40 ayat, al-mulk 30 ayat. Selama 40 hari ngafal an-naba. 30 hari ngafal al-mulk. Sambil liat-liat artinya

7. Karena pengen cepat hafal, akhirnya cepat lupa. Ndak dapat juga saripatinya. Gak dapat rasanya. Jangan kayak kejar setoran. Santai tapi pasti

8. 1 ayat di baca 20-40 kali. insyaAllah nanti akan hafal dengan sendirinya. Kl kepanjangan, 1 baris gak masalah. 1 hari 1 baris. Juz amma itu terdiri dari 271 baris. Setahun hafal deh

9. 1 tahun kan 365 hari. Juz amma kan 271 baris. Itu belum di potong surat-surat pendek yang kita hafal. Mungkin hanya 200 baris sisanya

10. Pesan saya, benar-benar di nikmati. Gak pengen kan hafal banyak tapi lupanya juga banyak. Cuma sebutannya saja “sudah hafal”. Padahal sedikit yang nyangkut

11. Lagian ngafal Al-quran itu melebihi nabung duit atau nabung emas

12. Ngafal dengan cara seriiiiinngg baca, berulang-ulang baca, subhanallah…itu sama saja dengan menabung pahala dan kebaikan bergunung-gunung

13. Baris 1 di surat an-naba, 39 huruf. Hitung deh 40 huruf. Pahala 1 huruf 10 kali s/d 100 kali lipat. Coba berapa tuch? Bila baca 20-40 kali ?

14. 40 huruf di ayat 1 an-naba kali 700 pahala/kebaikan x 40 kali =112 ribu. Kalo dicairkan? Bisa beli voucher. Tokonya juga bisa kebeli

15. Pencairan pahala/kebaikan, kerap Allah lakukan. Semacam bonus sebelum the real pembagian bonus di hari hisab. Nah bonus ini boleh di minta

16. Yang belum berjodoh, minta sama Allah. Bonus ngafal berupa jodoh yang bisa sama-sama ngafal sehingga punya keturunan yang hafal Al-quran

17. Yang punya hutang, minta bonus ngafal sama Allah berupa lunasnya hutang. Yg lagi belajar, kuliah, minta bonus kuliah ke jenjang yang lebih tinggi, etc

18. Termasuk yang pengen kaya, asal minta kayanya sama Allah. Why not? It’s just bonus. Jangan takut minta kaya sama Allah. Gak ngafal juga boleh minta

19. Gembirakan hati bahwa Allah tidak hanya Maha Kaya. Tapi juga Maha Pemurah. Sama yang gak sholeh aja pemurah. Bagaimana lagi dengan yang berusaha sholeh.

Grup WA

0 komentar

Ukasyah Radhiyallahu 'anhu

Bacalah sekaliiiii lagi kisah dibawah ini. Copas

💙 Ukasyah Radhiyallahu 'anhu

Dikatakan :

🌴 Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah shollallohu 'alayhi wasallam sebelum meninggal.

Rasulullah telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi beliau sangat lemah.

🌿 Pada suatu hari Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dengan para sahabat. Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendpt taushiyah dari Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam
Beliau duduk dg lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yang tengah dideritanya.

🌴 Kemudian Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai sahabat-sahabatku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah subhanaahu wa ta ala itu adalah satu-satunya Rabb yg layak di sembah?"

🌿Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat, " Benar wahai Rasulullah, Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya Allah subhaanahu wa ta 'ala adalah satu-satunya Rabb yang layak disembah."
Kemudian Rasulullah  bersabda:
"Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada  mereka."
Kemudian Rasulullah bersabda lagi, dan setiap apa yg Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.

🌴Akhirnya sampailah kepada satu pertanyaan yang menjadikan para sahabat sedih dan terharu. Rasulullah  bersabda:
"Sesungguhnya, aku akan pergi menemui  Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dengan  manusia."

🌿Ketika itu semua sahabat diam, dan dalam  hati masing-masing berkata "Mana ada Rasullullah berhutang dengan kita? Kamilah yg banyak berhutang kepada  Rasulullah".
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.

🌴Tiba-tiba bangun seorang lelaki yg bernama UKASYAH, seorang sahabat mantan preman sebelum masuk Islam, dia berkata:

"Ya Rasulullah! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".

Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Sampaikanlah  wahai Ukasyah".

🌿Maka Ukasyah pun mulai bercerita:
"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk tersebut tidak kena pada belakang kuda, tapi justru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri di
belakang kuda yg engkau tunggangi wahai Rasulullah".

🌴Mendengar itu, Rasulullah  berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yg sama."
Dengan suara yg agak tinggi, Ukasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah."

🌿Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian. Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah pada Ukasyah. "Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. bukankah Baginda sedang sakit..!?"

Ukasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah  meminta Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Fatimah.

🌴Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah, kemudian Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?"

Bilal menjawab dg nada sedih: "Cambuk  ini akan digunakan Ukasyah utk memukul Rasulullah"
Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata:
"Kenapa Ukasyah hendak pukul ayahku Rasulullah? Ayahku sedang sakit, kalau mau mukul, pukullah aku anaknya".

Bilal menjawab: "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".

Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikan kepada Ukasyah.

🌿Setelah mengambil cambuk, Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah. Tiba-tiba Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata: "Ukasyah..! kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang yg pertama beriman dengan apa yg Rasulullah  samp [truncated by WhatsApp]

Grup WA

0 komentar

Lebih Afdhol Puasa Syawal di Akhirkan

🌴Lebih Afdhol Puasa Syawal di akhirkan 💐

MENGAPA PUASA 6 HARI SYAWWAL SEBAIKNYA DIAKHIRKAN SETELAH HARI-HARI IED ?

Oleh:
Ustadz Musyaffa Ad Dariny, حفظه الله تعالى
(Kandidat Doktor Univ Islam Madinah)

Syeikh Muhammad Mukhtar Asy-Syinqithi -hafizhohulloh- mengatakan:

Lebih Afdholnya… hendaknya seseorang menjadikan hari-hari iednya untuk kebahagiaan dan kesenangan (dengan tidak berpuasa).

Oleh karena itu, telah valid dalam sebuah hadits yang shohih dari Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bahwa beliau mengatakan untuk hari-hari (tasyriq) di Mina: ‘itu adalah hari-hari makan dan minum… maka janganlah kalian berpuasa di dalamnya”.

Apabila hari-hari Mina yang tiga, karena dekat dengan hari Idul Adha mengambil hukum ini, tentunya hari-hari idul fitri tidak jauh keadaannya dari hukum ini…

Oleh karena itulah, kamu dapati orang-orang akan menjadi ‘tidak enak’ apabila mereka diziarahi oleh seseorang di hari raya, lalu dia menolak hidangan yang disuguhkan dan mengatakan ‘aku sedang berpuasa’, sebaliknya mereka senang bila hidangan itu dinikmati tamunya.

Dan telah datang keterangan dari Nabi -alaihis sholatu wassalam- bahwa ketika beliau diundang oleh seorang sahabatnya dari kalangan Anshor untuk menikmati hidangan bersama sebagian sahabatnya, lalu ada sahabatnya yang menjauh dan mengatakan: ‘sungguh aku sedang berpuasa (sunnah)’.

Maka Nabi -shollallohu alaihi wasallam- mengatakan kepadanya: ‘Sungguh saudaramu telah bersusah payah untukmu, jadi BATALKAN puasamu dan berpuasalah di hari lainnya’.

Ketika tamu masuk pada hari-hari ied, terutama hari kedua dan ketiga, tentu seseorang akan senang dan lega ketika melihat tamunya menikmati hidangannya. Jadi, keadaan seseorang bersegera untuk berpuasa pada hari kedua dan ketiga, ini perlu ditinjau lagi.

Sehingga lebih afdhol dan lebih sempurna bila seseorang menyenangkan perasaan orang lain (dengan tidak berpuasa). Bisa jadi di hari kedua dan ketiga ini ada acara-acara undangan, bisa jadi dia menjadi tamu mereka, dan mereka senang bila dia ada dan ikut menikmati hidangan mereka.

Maka perkara-perkara seperti ini; mementingkan silaturrahim dan membahagiakan kerabat, tidak diragukan lagi di dalamnya terdapat keutamaan yang lebih afdhol dari amalan (puasa) sunnah.

Ada sebuah kaidah mengatakan: ‘Jika ada dua keutamaan yang sama bertabrakan, dan salah satunya bisa dilakukan di waktu lain… maka hendaknya keutamaan yang bisa dilakukan di waktu lain diakhirkan’. Bahkan, silaturrahim tidak diragukan lagi termasuk diantara amalan taqorrob yang paling utama.

Di sisi lain, syariat telah melapangkan untuk para hambanya dalam puasa 6 hari Syawwal ini, dia menjadikannya ‘mutlak’ (tidak terikat), boleh dilakukan di seluruh hari bulan syawwal, maka pada hari apapun puasa itu dilakukan di bulan syawwal; ia dibolehkan selain pada hari ied.

Berdasarkan keterangan ini, maka tidak ada alasan bagi seseorang untuk mempersulit dirinya dalam bersilaturrahim dan membahagiakan kerabatnya dan orang yang menziarahinya pada hari ied.

Oleh karena itu, hendaknya dia mengakhirkan puasa 6 hari syawal ini, sampai setelah hari-hari yang dekat dengan ied, karena orang-orang membutuhkan hari-hari ied itu untuk menciptakan nuansa bahagia dan memuliakan tamu, dan tidak diragukan bahwa mementingkan hal itu akan mendatangkan pahala, yang bisa saja melebihi pahala sebagian amal ketaatan (puasa)…

[Kitab: Syarah Zadul Mustaqni’, 107/5]. (87)
***

Grup WA

0 komentar

Beginilah Musuh Islam Menghancurkan Kita.

Simak yg satu ini dulu ya...
🌜SEMOGA BERMANFAAT
Beginilah musuh islam menghancurkan kita, yuk simak ceritanya..

🍍Ibu Guru berkerudung rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan Syari’at Islam. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus.

Ibu Guru berkata, “Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus.
Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah “Kapur!”, jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah “Penghapus!” Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti.

Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.
Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, “Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah “Penghapus!”, jika saya angkat penghapus, maka katakanlah “Kapur!”. Dan permainan diulang kembali.

🍍Maka pada mulanya murid-murid itu keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.

🍍“Anak-anak, begitulah ummat Islam. Awalnya kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Namun kemudian, musuh musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk menukarkan yang haq itu menjadi bathil, dan sebaliknya.

🍍Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kalian menerima hal tersebut, tetapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu.

🍍Dan kalian mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika.”
“Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, sex sebelum nikah menjadi suatu hiburan dan trend, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup, korupsi menjadi kebanggaan dan lain lain.

🍍Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Paham?” tanya Guru kepada murid-muridnya. “Paham Bu Guru” “Baik permainan kedua,” Ibu Guru melanjutkan. “Bu Guru ada Qur’an, Bu Guru akan meletakkannya di tengah karpet. Quran itu “dijaga” sekelilingnya oleh ummat yang dimisalkan karpet. Sekarang anak-anak berdiri di luar karpet.

🍍Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur’an yang ada di tengah dan ditukar dengan buku lain, tanpa memijak karpet?” Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain, tetapi tak ada yang berhasil.

Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur’an ditukarnya dengan buku filsafat materialisme. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet.
“Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya.

Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak kalian dengan terang-terangan. Karena tentu kalian akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tetapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar.

🍍Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina pundasi yang kuat. Begitulah ummat Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau fondasinya dahulu. Lebih mudah hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dahulu, kursi dipindahkan dahulu, lemari dikeluarkan dahulu satu persatu, baru rumah dihancurkan…”

🍍“Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kalian. Mereka tidak akan menghantam terang-terangan, tetapi ia akan perlahan-lahan meletihkan kalian. Mulai dari perangai, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun kalian itu Muslim, tetapi kalian telah meninggalkan Syari’at Islam sedikit demi sedikit.

Dan itulah yang mereka inginkan.”
“Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Bu Guru?” tanya mereka. Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tetapi sekarang tidak lagi. Begitulah ummat Islam. Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur.

Tetapi kalau diserang serentak terang-terangan, baru mereka akan sadar, lalu mereka bangkit serentak. Selesailah pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdo’a dahulu sebelum pulang…”

🍍Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya.
***

🍍Ini semua adalah fenomena Ghazwu lFikri (perang pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh Islam.

Allah berfirman dalam surat At Taubah yang artinya:
“Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, sedang Allah tidak mau selain menyempurnakan cahayaNya, sekalipun orang-orang kafir itu benci akan hal itu.”(QS. At Taubah :32).

🍍Musuh-musuh Islam berupaya dengan kata-kata yang membius ummat Islam untuk merusak aqidah ummat umumnya, khususnya generasi muda Muslim. Kata-kata membius itu disuntikkan sedikit demi sedikit melalui mas media, grafika dan elektronika, tulisan-tulisan dan talk show, hingga tak terasa.

🍍Begitulah sikap musuh-musuh Islam. Lalu, bagaimana sikap kita…?
Semoga kita bisa terhindar dari tipu daya dunia yang menyebabkan kita malah jauh dari Pemilik Dunia (Allah Swt). Ya Allah lindungi kami, dan bimbing kami agar kami selalu berada di jalan-Mu... Aamiin ya Rabbal'alaamiin⛅

Grup wa

0 komentar

MUKADIMAH KHUTBAH JUMAT

MUKADDIMAH KHUTBAH JUM’AT
Teks Pengantar Khotbah

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  أَمَّا بَعْدُ

0 komentar

Untuk Anakku dan Para Guru

Nak .... bergurulah agar engkau beroleh bekalan ilmu

Nak ... jagalah akhlakmu sebagai penuntut ilmu

Nak....gurumu lebih berpengalaman darimu dalam beramal hormatilah ia

Nak....bergaulah dengan baik selama menuntut ilmu, madrasahmu adalah lingkungan terbaikmu menimba pengalaman

Wahai guru....
Ajarkan anak kami ilmu yang bermanfaat

Wahai guru....
Didiklah anak kami kebaikan akhlaqmu

Wahai guru...
Bimbinglah anak kami
agar beroleh pengalaman dalam beramal

Wahai guru...
Ajak anak kami mendapatkan lingkungan yang sehat, bersih dan terjaga dari segala fitnah

Wahai guru....
Hantarkanlah anak kami menuju ketenangan jiwa, luasnya cara pandang, dalamnya relung berfikir

Wahai guru....
Anak kami berbekal tata krama, lembut tutur kata, halus budi pekerti, murah dan santun beretika serta tinggi cita cita

Terima kasih guru....
Anak kami meneladanimu menguatkan tekad dan semangat,  mengokohkan kekuatan dan ketaatan

Terima kasih guru.....
Anak kami meneladanimu berperilaku dalam amal dan giat bekerja menggapai cita

Selamat berkreasi membentuk lingkungan sehat bagi tumbuh dan berkembangnya peserta didik.

0 komentar

Mengapa Kalian Kalah

[💌 Mengapa Kalian Kalah ? 💌 ]

Setelah perang yarmuk selesai dengan kekalahan pasukan Romawi dari pasukan Islam, raja Romawi berkata kepada sisa sisa pasukan yang selamat :

Raja: “Celaka kalian! Kabarkan kepadaku tentang pasukan yang memerangi kalian, bukankah mereka manusia juga seperti kalian?”

Pasukan: “Benar paduka raja.”

Raja: “Apakah jumlah kalian lebih banyak atau jumlah mereka?”

Pasukan: “Jumlah kami jauh lebih banyak pada semua lini.”

Raja: “Lantas mengapa kalian kalah?”

Seorang pembesar Romawi menjawab: “Mereka dapat mengalahkan kita karena mereka selalu sholat malam, berpuasa, menepati janji dan saling berbuat adil diantara mereka. Sedangkan kita suka minum arak, berzina, melakukan keharaman, menyalahi janji, merampok, berbuat zalim, melarang kebaikan dan menyuruh kepada kemungkaran, dan berbuat kerusakan di muka bumi.”

Raja: “Kamu benar.”

(Al Bidayah wan Nihayah 7/15 karya Al Hafidz ibnu Katsir rahimahullah).

(Ustadz Badru Salam, Lc)

‪Oleh: Pusat Buku Sunnah

💬 Share yuk mudah2an teman anda mendapat faedah ilmu dari status yg anda bagikan dan menjadi pembuka pintu amal kebaikan bagi anda.. aamiin
__________________________
✏ Mau Dapat Ilmu? Gabung Yuk bersama Grup Untaian Penuh Hikmah PBS di

✅ FB : Pusat Buku Sunnah
🌎 Web : PusatBukuSunnah.com
📱 Line Id: pusatbukusunnah
📷 IG : pusatbukusunnah
📱 BB: 54E152AD ( Pin Bb ke Empat)
📱 WA: 08982282284 ketik [Gabung PBS10 Nama ]

0 komentar

Panduan Tilawah di Bulan Ramadhan

Panduan ibadah tilawah di bln ramadhan

JADWAL MEMBACA ALQUR'AN DI BULAN RAMADHAN
👉Silahkan anda memilih, semakin banyak akan semakin baik. Karena di bulan Ramadhan Allah lipat gandakan pahala sampai 10x lipat.

👑 (Ayo kita hatamkan Al Qur'an di bulan Ramadhan 1x ☝
Subuh    :  4 hlm
Dhuhur  :  4 hlm
Ashar    :  4 hlm
Maghrib:  4 hlm
Isya'     :  4 hlm
............

👑(Ayo kita hatamkan Al Qur'an di bulan Ramadhan 2x ✌
Subuh    :  8 hlm
Dhuhur  :  8 hlm
Ashar    :  8 hlm
Maghrib:  8 hlm
Isya'     :  8 hlm
............

👑 (Ayo kita hatamkan Al Qur'an di bulan Ramadhan 3x ✌☝
Subuh    :  12 hlm
Dhuhur  :  12 hlm
Ashar    :  12 hlm
Maghrib:  12 hlm
Isya'     :  12 hlm
............

👑 (Ayo kita hatamkan Al Qur'an dalam seminggu ❤❤❤
Subuh    :  10 hlm
Dhuhur  :  10 hlm
Ashar    :  10 hlm
Maghrib:  7 hlm
Isya'     :  20 hlm
sahur    :   30 hlm
............

👑 (Ayo kita hatamkan Al Qur'an di bulan Ramadhan 30x ❤,  😍berarti 1 hri khatam 1x

Subuh    :  100 hlm
Dhuhur  :  90 hlm
Ashar    :  50 hlm
Maghrib:  80 hlm
Isya'     :  180 hlm
sahur    :   100 hlm

👍 dg hal yang remeh anda bisa mendapatkan pahala yg banyak. (Sebarkan!)

"Orang yg menunjukkan pada kebaikan, itu (mendapat pahala) seperti orang yg mengerjakannya" (Hadits)👍

👌"Jangan biarkan orang lain mewarnai hidupmu" 🎨
‏ ‏​‏​‏​‏​‏​
👍Berikut adalah jadwal -dengan izin Allah- anda bisa menghatamkan Al Qur'an setiap minnggunya di bulan Ramadhan:

1- Sabtu:  Al Baqoroh - Ali 'Imron.
2- Ahad: Ali 'Imron - Al Maidah.
3- Senin: Al An'am - At Taubah.
4- Selasa:  Yunus - An Nahl.
5- Rabo:  Al Isra' - An Nur.
6- kamis: Al Furqan - Saba' & Fatir.
7- Jum'at:  Yasin - Al Hadid.
8- Sabtu- Al Mujadilah - An Naas.

📢 Sebarkan ke teman-temanmu, semoga tercatat sebagai amal kebaikan.
Jakumulloh sudah ikut mengeshare.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

Agar bisa melaksanakan yg terbaik, yuk latihan dr skrg, nyok..nyok...👏👏

0 komentar

Status Facebook Anak Kita

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

SEKALI waktu, tengoklah status Facebook anakmu. Jelajahilah alam pikirannya. Pahamilah apa yang sedang terjadi padanya. Dan bersiap-siaplah untuk terkejut disebabkan apa yang berharga bagi hidupnya, membanggakan dirinya, menyenangkan hatinya dan menjadi keinginannya justru perkara yang kita membencinya. Mereka sangat berhasrat justru terhadap apa-apa yang kita ajarkan kepada mereka untuk menjauhi. Astaghfirullahal ‘adzim.

Sekali saat, periksalah status Facebook anak-anakmu. Ketahuilah apa yang sedang berkecamuk dalam dirinya. Rasakan apa yang menjadi keinginan kuatnya. Rasakan pula yang membuatnya terkagum-kagum. Dan bersiap-siaplah untuk terperangah jika anak-anak itu lebih fasih mengucapkan kalimat-kalimat yang tak berharga, ucapan yang tak bernilai, pembicaraan yang mendekatkan kepada maksiat, dan bahkan ada yang mendekati kekufuran. Mereka berbicara kepada kita dengan bahasa yang kita inginkan, tetapi mereka membuka dirinya kepada manusia di seluruh dunia dengan perkataan-perkataan ingkar. Mereka menyiarkan keburukan dirinya sendiri, tetapi mereka tidak menyadarinya. Astaghfirullahal ‘adzim.

Kalau suatu saat ada kesempatan, cermatilah apa yang ditulis oleh anakmu, gambar apa yang ditampilkan dan siapa yang dielu-elukan di Facebooknya. Sadari apa yang telah terjadi dan sedang terjadi pada diri mereka. Ketahui perubahan apa yang menerpa jiwa mereka. Dan bersiaplah untuk terkejut bahwa apa yang tampak di depan mata tak selalu sama dengan apa yang terjadi di belakang kita. Mereka bisa bertutur tentang keshalihan karena berharap terhindar dari kedukaan atau bahkan kemurkaan kita. Tetapi di Facebook, mereka merasa merdeka mengungkapkan apa pun yang menjadi kegelisahan, keinginannya dan kebanggaannya yang benar-benar terlahir dari dalam diri mereka.

Beberapa waktu saya memeriksa akun Facebook anak-anak SDIT, alumni SDIT dan mereka yang masih belajar di SMPIT maupun SMAIT. Hasilnya? Sangat mengejutkan. Harapan saya tentang isi pembicaraan anak-anak yang telah memperoleh tempaan bertahun-tahun di sekolah Islam terpadu itu atau yang sejenis dengannya adalah sosok anak-anak yang hidup jiwanya, cerdas akalnya, tajam pikirannya dan jernih hatinya. Tetapi ternyata saya harus terkejut. Sekolah-sekolah Islam itu ternyata hanya mampu menyentuh fisiknya, tetapi bukan jiwanya. Betapa sedih ketika melihat anak-anak yang dulu jilbabnya besar berkibar-kibar, hanya beberapa bulan sesudah lulus dari SDIT atau SMPIT, sudah berganti dengan busana yang menampakkan auratnya dan ia perlihatkan kepada orang lain melalui foto-foto yang mereka pajang di Facebook.

Tentu saja saya tidak dapat mengatakan bahwa pendidikan Islam terpadu, integral atau apa pun istilahnya telah gagal total. Tetapi apa yang dapat dengan mudah kita telusuri dari tulisan mereka di Facebook maupun media sosial lainnya memberi gambaran betapa kita perlu berbenah dengan segera. Selagi aqidah, akhlak dan secara umum agama ini hanya kita sampaikan secara kognitif, maka tak banyak perubahan yang dapat kita harapkan. Jika yang kita berikan adalah pelajaran tentang agama, dan bukan pendidikan beragama yang dikuati oleh budaya karakter yang kuat di sekolah, maka anak-anak itu mampu berbicara agama dengan fasih tapi tidak menjiwai. Tak ada kebanggaan pada diri mereka terhadap apa-apa yang datang dari agama; apa-apa yang menjadi tuntunan Allah Ta’ala dan rasul-Nya.

Astaghfirullahal ‘adzim. Na’udzubillahi min dzaalik.

Lalu apa yang merisaukan dari anak-anak itu? Sekurangnya ada tiga hal. Pertama, cara mereka berbahasa. Ini menggambarkan alam berpikir sekaligus kesehatan mental mereka. Kedua, sosok yang mereka banggakan dan mereka elu-elukan kehadirannya maupun tingkah-lakunya. Sosok yang menjadi panutan (role model). Ketiga, nilai-nilai dan keyakinan yang mereka banggakan sehingga mempengaruhi sikap dan perilaku mereka, meskipun tak tampak di mata orangtua dan guru.

Betapa Mengenaskan Bahasa Mereka

Salah satu kelebihan Bani Sa’di

0 komentar

Kisah Subuh di Turki

Sekilas informasi📢📢📢 Shubuh Mubarokah...
DAHSYATNYA SHALAT SUBUH MENJADIKAN TURKI TANPA HUTANG
Bismillahirrahmaanirrahiim
Prof.Didin Hafiduddin saat berceramah di Masjid Al Irsyad (Jumat 24 /04/15) menceriterakan KEBANGKITAN BANGSA TURKI sekarang ini. Pembangunan Nasional Luar Biasa
tanpa bantuan Pinjaman dari Luar Negeri (Bandingkan dg Indonesia yg hutangnya
nomer 5 di Dunia, sekarang mencapai Rp 3000 Triliun )
Pemerintah Turki saat ini mencanangkan 3 Program Nasional
1.Gerakan Sholat Subuh Berjamaah di Masjid
2.Gerakan Ekonomi Ummat (banyak dikuasai orang Muslim)
3.Gerakan Infaq sodaqoh
GERAKAN SHOLAT SUBUH DIMASJID, memperoleh sambutan luar biasa dan MENCENGANGKAN..!
Beliau menyaksikan bahwa SHOLAT SUBUH SAMA SEPERTI SHOLAT JUMAT. Membludak, Penuh !!! Luar biasa dan yg lebih mencengangkan, para Remaja Turki ke masjid dg mobil-mobil mewah di parkir di halaman masjid.
Ternyata SHOLAT SUBUH BERJAMAAH DI MASJID MENAMPILKAN RAHASIA YANG MENAKJUBKAN
Berbagai Kesulitan Nasional Turki, nampaknya bisa dipecahkan dengan Mulus dan Lancar karena adanya shalat subuh yang berjamaah tsb.
Ceritera Prof. Didin Hafiduddin ini tentang PERUBAHAN SOSIAL DI TURKI
Mengingatkan Sejarah yang diceriterakan di di dalam Al Qur’an bahwa subuh ternyata juga menjadi WAKTU PERALIHAN DARI ERA JAHILIYAH MENUJU KE ERA TAUKHID, dimana Kaum ‘Ad, Tsamud, & kaum durhaka lainnya
dilibas pada waktu subuh dan sebagai penanda berakhirnya dominasi jahiliyah dan munculnya cahaya tauhid .
Banyak sekali hadits yang mendorong untuk melaksanakan shalat subuh, dan menyanjung mereka yang menjaganya. Rasullullah bersabda: " Dua rakaat fajar (shalat sunnah sebelum subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya" (HR. Muslim) "
Dan jika mereka mengetahui apa yang tersimpan di dalam shalat subuh dan isya’ maka mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak (HR. Bukhari),
Lalu……..
APA YG MENGHALANGI KITA SHOLAT SUBUH DI MASJID ...?
Shalat subuh merupakan sumber dari segala sumber cahaya di Hari Kiamat.
Di hari itu, semua sumber cahaya di dunia akan dipadamkan......! Kecuali Cahaya Subuh Berjamaah yang diberikan kepada orang orang Mukmin.
Rasullullah bersabda:"Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (subuh dan Isya’) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat" (HR. Abu Dauwud, At-Tirmidzi
Turki telah menjadi contoh yang nyata...!
Bahwa sholat Subuh Berjamaah di Masjid memberi KEBERKAHAN ...!
Kita tidak perlu malu meniru Turki..!
Mari Menggalakkan Sholat Subuh Berjamaah di Masjid
In syaa Allah Ummat Islam Indonesia akan mengalami KEJAYAAN ..!

0 komentar

Kumpulan Materi Khutbah Kultum dan Doanya

Kumpulan Materi Khutbah Kultum dan Doanya
0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SABILUNA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger