Featured Post Today
print this page
Latest Post

Lalat, Mukjizat dan Rahmat Allah

📖 Kajian Hadits Islam

Lalat, Mukjizat dan Rahmat Allah

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : إذا وقَع الذُّبابُ في شَرابِ أحدِكم فلْيَغمِسْه ثم لْيَنزِعْه ، فإنَّ في إحدى جَناحَيه داءً والأخرى شِفاءً.

Makna hadits :

Artinya : Dari Abu hurairah radiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Apabila seekor lalat jatuh dalam minuman seseorang dari kalian maka hendaknya ia celupkan lalat tersebut lalu mengeluarkannya dari minumannya, karena di salah satu sayapnya terdapat penyakit dan yang lainnya terdapat penawarnya”.[1]

Di dalam riwayat abu dawud terdapat tambahan lafadz “dan lalat itu melindungi dirinya dengan menggunakan sayap yang terdapat penyakit padanya”. Dan tambahan lafadz ini diriwayatkan melalui sanad yang hasan.[2]

Beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

1. Hadits ini menunjukkan bahwa lalat bukan merupakan hewan yang mengandung najis baik ia hidup ataupun mati. Karena itu minuman dan makanan yang ia hinggapi tidak menjadi najis. Para ulama juga mengkiyaskan sucinya lalat kepada hewan-hewan serangga lainnya yang tak memiliki darah yang mengalir, dan makanan atau minuman yang mereka hinggapi tidak menjadi najis. Karena najisnya sesuatu disebabkan oleh darah yang penuh dengan kotoran yang mengalir setelah hewan tertentu mati, dan sebab ini tidak terdapat pada hewan-hewan yang tak memiliki darah yang mengalir seperti lalat, lebah, nyamuk dan yang sejenisnya.

2.Disunnahkan untuk mencelup/menenggelamkan lalat yang hinggap di minuman kita lalu mengeluarkannya kembali, dengan tetap meminum minuman tersebut karena ia tidak berubah menjadi najis atau kotor. Adapun bila benda yang ia hinggapi adalah makanan, maka para ulama rahimahumullah menganjurkan untuk mengeluarkannya dan bagian makanan yang ia hinggapi, karena mudhorat yang dibawa lalat itu tidak menyebar ke seluruh makanan sebagaimana pada minuman.

3. Bahwasanya pada salah satu sayap lalat membawa penyakit dan yang lainnya membawa penawarnya. Maka bila ia jatuh dalam minuman, ia akan mengangkat sayap yang terdapat penawar penyakit dan melindungi dirinya dari minuman itu dengan menggunakan sayap yang membawa penyakit[3] agar ia tetap memiliki perisai lainnya (sayap yang satunya) yang Allah ciptakan untuknya. Hadits ini menunjukkan betapa syariat Allah membawa hikmah dan rahmat yang begitu besar kepada ummatnya tatkala kita dianjurkan untuk menenggelamkan lalat yang jatuh ke dalam minuman kita agar penawar yang terdapat pada sayap yang satunya bisa ikut tercampur dan menghilangkan mudhorat yang dibawa oleh lalat tersebut.

4. Adapun perbuatan sebagian manusia dengan membuang minuman yang telah dihinggapi lalat, maka ini sangat jauh dari hikmah dan tuntunan islam serta pemborosan pada harta yang dimiliki. Sebab islam datang sebagai solusi dan rahmat bagi seluruh alam di waktu dan tempat yang berbeda-beda. Boleh jadi pada sebuah masyarakat atau waktu tertentu sebuah minuman dinilai mahal atau sangat berharga bagi mereka, maka membuang minuman tersebut karena telah dihinggapi lalat merupakan kerugian besar tentunya dan menyalahi tuntunan agama ini.

5. Hadits ini merupakan salah satu bukti mukjizat sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebab ilmu sains saat ini yang dilakukan oleh Tim Departemen Mikrobiologi Medis, Fakultas Sains, Universitas Qashim, Kerajaan Arab Saudi, beberapa peneliti muda yang terdiri dari, Sami Ibrahim at-Taili, ‘Adil ‘Abdurrahman al-Misnid, dan Khalid Dza’ar al-Utaibi yang dibimbing oleh Dr. Jamal Hamid, dan dikoordinasi oleh DR. Shalih ash-Shalih (seorang da’i terkenal di Eropa), melakukan penelitian tentang analisa mikrobiologi tentang sayap lalat. Dan telah membuktikan kebenaran hadits ini bahwa pada salah satu sayap seekor lalat terdapat penyakit sedang di sayap yang lainnya terdapat penawar yang dapat menghilangkan pengaruh penyakit tersebut. Laporan ini mereka presentasikan ke acara “Student Research Seminar” di Universitas Qashim, KSA. Sekian, semoga bermanfaat.

[1] Hadits shohih riwayat Bukhari 3/1206 no.3142, dan Abu dawud 3/430 no.3846.
[2] Taudihul Ahkam 1/148.
[3] Sebagaimana tambahan lafadz yang diriwayatkan oleh Abu dawud rahimahullah.

----------------------
✒WA Al-Ustâdz Abu Aqilah Althofunnisa, Lc Hafizhahullâh

♻Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi
📁Grup WA Dakwah Islam

Share yuk semoga teman anda mendapat faidah ilmu dari yang anda bagikan dan menjadi pembuka pintu amal kebaikan bagi anda. َآمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِين.

#DakwahSunnah
#SyiahBukanIslam
#IndonesiaBertauhid
_________________
Mau Mendapatkan Jadwal Kajian?
- SMS : Daftar - Info Kajian - Nama ke 0823 511 87 227
- WA : Daftar - Info Kajian - Nama  ke 0853 888 48 444
- BBM : PIN:2ACB819B PIN:54B88326
- FB : Like DakwahSunnah.com & Follow Ahmad Zainuddin
- TW : @Ahmadzainuddins @dsunnah
- IG :  DakwahSunnah
- G+ : DakwahSunnah

Link Streaming
- http://dakwahsunnah.com
- http://live.dakwahsunnah.com (Iphone)
- http://bb.dakwahsunnah.com (Blackberry)
- http://199.167.134.163:7010/;stream (Winamp)
- https://www.youtube.com/masjidimamsyafii
- http://dakwahsunnah.tv/livestreaming

Akses lebih mudah Android:
- http://bit.ly/1wr7OxW

[Kami menerima bantuan untuk mendukung kegiatan yayasan ke:
No. Rek. 7002521778 Syariah Mandiri
a.n. Yayasan Al Umm, Konfirmasi ke 085345323544]

0 komentar

Kisah nyatayang inspiratif.

Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun40-an. Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan bergegas mencari air untuk menyiram tenggorokannya yg kering. Ia begitu gembira ketika melihat air dingin yang tampak didepannya dan bersegera mengisi air dingin ke dalam gelas

Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah hardikan: “Hei, kamu tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air ini hanya khusus untuk insinyur” Suara itu berasal dari mulut seorang insinyur Amerika yang bekerja di perusahaan tersebut.

Remaja itu akhirnya hanya terdiam menahan haus. Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan SD. Kalaupun ada pendidikan yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi keahlian itu tidak ada harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih dikendalikan oleh manajeman Amerika.

Hardikan itu selalu terngiang di kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini terjadi padaku? Kenapa segelas air saja dilarang untuk ku? Apakah karena aku pekerja rendahan,sedangkan mereka insinyur ? Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa jadi insinyur seperti mereka?

Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam dirinya. Kejadian ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk membangkitkan “SIKAP POSITIF” . Muncul komitmen dalam dirinya. Remaja miskin itu lalu bekerja keras siang hari dan melanjutkan sekolah malam hari. Hampir setiap hari ia kurang tidur untuk mengejar ketertinggalannya.

Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya. Buah kerja kerasnya menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA. Kerja kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami ilmu. Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master bidang geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia pulang kenegerinya dan bekerja sebagai insinyur.

Kini ia sudah menaklukkan ”rasa sakit”nya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum air yang dulu dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja. Tidak, karirnya melesat terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar ketinggalan, dalam pekerjaan pun karirnya menyusul yang lain.

Karirnya melonjak dari kepala bagian, kepala cabang, manajer umum sampai akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur, sebuah jabatan tertinggi yang bisa dicapai oleh orang lokal saat itu.

Ada kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang dulu pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya.

Suatu hari insinyur tersebut datang menghadap karena ingin minta izin libur dan berkata; “Aku ingin mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak mengaitkan kejadian air di masa lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak membalas dendam, atas kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu”

Apa jawab sang wakil direktur mantan pekerja rendahan ini: “Aku ingin berterimakasih padamu dari lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku minum saat itu. Ya dulu aku benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah sebab kesuksesanku hingga aku meraih sukses ini.

Kini sikap positfnya sudah membuahkan hasil, lalu apakah ceritanya sampai disini?

Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan ini menempati jabatan tertinggi di perusahaan tersebut.
Ia menjadi Presiden Direktur pertama yang berasal dari bangsa Arab.

Tahukan Anda apa perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco (Arabian American Oil Company)perusahaan minyak terbesar di dunia.

Ditangannya perusahaan ini semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin dominan. Kini perusahaaan ini menghasilakn 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) dan mengendalikan lebih dari 100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total cadangan 264 miliar barrels (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas.

Atas prestasinya Ia ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia.

Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak tahun 1995 sampai saat ini menjabat sebagai Menteri Perminyakan dan Mineral Arab Saudi.

Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi hal yang positif, isu air segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang penguasa minyak yang paling berpengaruh di seluruh dunia.

Itulah kekuatan”SIKAP POSITIF”

Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain berperilaku terhadap kita …

Kita tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa kita ….

Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana menyikapinya …
Apakah ingin hancur karenanya? Atau bangkit dengan semangat “Bersikap Positif” dan menjadi bagian dari solusi …

Have a great day with "Positive Thinking" ....

Sumber Group WA AS-SAKINAH

Dan smg kita juga anak2 dan keturunan kita punya mental pejuang seperti itu... amin

0 komentar

Kisah Di Masa Harun Ar Rasyid

Oleh : Ust. Budi Ashari, Lc

Maaf judulnya kurang nyaman didengar. Mungkin karena posisi kita tidak sedang berhadapan dengan musuh. Atau merasa tidak sedang berhadapan.

Kalimat di atas bukan kalimat saya. Hanya nukilan dari sebuah surat. Dari orang besar dalam sejarah Islam yang menunjukkan izzah (kemuliaan dan harga diri) muslim.

Kisahnya ada di masa Harun Ar Rasyid. Saat dia memerintah Dinasti Bani Abbasiyah dengan cemerlang untuk kebesaran Islam dan muslimin, Romawi dipimpin oleh seorang wanita yang bernama Reny.

Kekuatan muslimin di bawah kepemimpinan Harun Ar Rasyid sangat luar biasa. Kekuatan itu memaksa Romawi yang diwakili oleh Rajanya Reny meminta damai dan siap membayar jizyah tahunan mulai tahun 181 H / 797 M. Reny terus setia membayar setiap tahun ke kekhilafahan.

Hingga Reny meninggal tahun 186 H / 802 M. Penggantinya adalah mantan pejabat di Romawi yang bernama Naqfur. Naqfur sangat percaya diri karena didukung oleh semua pihak. Kepercayaan diri itu membuatnya nekad mengirim surat kepada Harun Ar Rasyid. Berikut bunyi suratnya,

Dari Naqfur Raja Romawi

Untuk Raja Arab

Sesungguhnya raja sebelum saya memposisikan anda sebagai raja (dalam catur) dan memposisikan dirinya sebagai prajurit, maka ia pun mengirimkan kepada anda hartanya dalam jumlah banyak. Itu dikarenakan kelemahan dan kebodohanya sebagai wanita. Jika anda telah membaca suratku ini, maka kembalikan semua hartanya yang telah anda terima dan tebuslah dirimu. Kalau tidak, pedang di antara kami dan anda.

Membaca surat tersebut, mencuatlah kemarahan Harun Ar Rasyid hingga tak ada satupun orang yang berani melihat wajahnya. Para stafnya bahkan bubar dari ruangannya karena takut. Begitu marahnya.

Harun Ar Rasyid pun meminta pena dan kertas. Dia menulis,

Bismillahirrahmanirrahim

Dari Harun Ar Rasyid Amirul Mu’minin

Untuk Naqfur anjing Romawi

Aku telah membaca suratmu, hai anak wanita kafir. Jawaban saya adalah apa yang akan anda lihat bukan apa yang anda dengar.

Harun Ar Rasyid kemudian menyiapka
n
pasukan dengan dia pimpin langsung. Yang dituju adalah Kota Hirqalah (dekat Konstantinopel).

Pertempuran pun terjadi. Dan muslimin mendapatkan kemenangan gemilang. Naqfur ketakutan dan segera minta damai dengan bersedia membayar kembali jizyah tahunan kepada muslimin. Jumlah yang harus dia bayar setiap tahun adalah 300.000 Dinar.

Selanjutnya Naqfur kembali mencoba ‘peruntungan’ dengan cara mengingkari kesepakatan tersebut. Maka, kembali Harun Ar Rasyid mengirimkan pasukan. Dan hasilnya lebih dahsyat lagi. Kekalahan Romawi, bayar jizyah tahunan dan ditambah melepaskan seluruh tawanan muslimin di Romawi. (Lihat: Tarikh Al Islam dan Siyar A’lam An Nubala’, keduanya karya Adz Dzahabi)

Inilah kisah sejarah Islam. Saat muslimin masih dekat dengan syariat Allah. Kemuliaan, harga diri, kehormatan, kekuatan. Hingga musuh tidak punya pilihan bahkan sekadar untuk mengancam. Tak pernah boleh ada yang mengganggu aqidah dan kehidupan muslimin.

Karena hanya Islam yang jika berkuasa, mampu menegakkan keadilan.

Duhai apakah masa lalu itu akan kembali

Sesungguhnya aku mengakui kerinduanku pada masa itu

Kita pernah membangun sekian lama kerajaan di bumi ini

Yang ditopang oleh generasi muda yang bergairah dan bercita tinggi (Hasyim Ar Rifa’i)

Saat itulah, keluarga-keluarga muslim berlomba melahirkan generasi sebanyak dan sehebat mungkin. Saat itulah, hampir tak ada orangtua yang khawatir peradaban kafir mempengaruhi anak-anak mereka. Saat itulah, yang ada adalah mempengaruhi dan mengarahkan dunia.

Grup WA

0 komentar

Lebih dari 40 Faidah Kajian Tafsir Surat Al-Qashash (bagian 1)

📋 Lebih dari 40 Faidah Kajian Tafsir Surat Al-Qashash (bagian 1)

✏Oleh: Ustadz Firanda Andirja hafizhahullah

1- Menuntut ilmu adalah jalan yang memudahkan jalan ke surga, padahalkan banyak jalan ke surga, kenapa? karena menuntut ilmu adalah amalan yang paling mulia dari itu semua.

2- Huruf Tha Siin Mim, adalah isyarat tentang mukjizat Al Quran.

3- Diulang-ulangnya cerita Musa 'alaihisalam VS Fir'aun, ada beberapa faidah:
🔹karena saking banyaknya pelajaran di dalam kisah tersebut.
🔹 Karena Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam berdakwah menghadapi Kaum yahudi, sehingga mereka terperangah dan ada seseorang yang tidak pernah memegang Taurat koq tahu dengan secara detil.
🔹Permusuhan Kaum Yahudi kepada Kaum Muslim sampai hari kiamat.

4- Berangsung-angsurnya cerita Kehancuran Fir'aun dan tidak dihancurkan langsung oleh Allah padahal Allah kuasa, adalah salah satu hikmahnya adalah agar semua bisa menjadi pelajaran yang sangat berarti.

5- Salah satu hikmah Allah dalam menjaga Musa 'alaihisalam tatkala janin adalah Ibunya Musa tatkala hamil tidak kelihatan perutnya buncit.

6- Para ulama bersepakat bahwa Ibunya nabi musa bukan nabi meskipun beliau dapat wahyu.

7- Wahyu yang dimaksud adalah mimpi atau ilham atau dibicari oleh para malaikat.

8- Kalau Fir'aun saja yang sadis mengalah kepada istrinya, apalagi suami-suami selainnya.

9- Kekuasaan Allah, tatkala Fir'aun membunuh semua anak laki-laki yang ditakutkan menghancurkan kekuasaannya ternyata Musa 'alaihisalam yang akan menghancurkan kekuasaan Fir'aun  malah ditakdirkan dipelihara oleh Fir'aun.

10- Disaat genting kita butuh Allah untuk mengokohkan hati, sebagaimana Ibunya Musa alaihissalam dikokohkan hatinya tentang Musa 'alaihisalam kecil tatkala masuk ke istana Fir'aun.

11- termasuk hikmah Allah, istri Fir'aun belum mendapatkan anak.

12- termasuk hikmah Allah, semua wanita yang menyusui ditolak bayi Musa 'alaihissalam.

13- Karena imannya ibu musa kecil yang menyebabkan anaknya, Musa kecil alaihissalam dikembalikan kepada ibunya, ibunya menyusuinya, ibunya digaji atas itu, ibunya tinggal di istana mewah.

14- Tidak setiap darah dan harta orang kafir halal

15- Pendapat setiap kondisi harus berperang melawan orang kafir, tidak benar.

16- Jika berbuat baik tidak penting kita diketahui orang lain, yang pentingkan. amal shalihnya, jika Allah ingin maka Ia akan perlihatkan kepada orang-orang.

17- Seorang yang takut karena takut kebiasaan bukanlah kesyirikan, yang merupakan rasa takut kesyirikan adalah jika rasa takut itu ibadah.

18- Bolehnya berbicara dengan wanita selama tidak menimbulkan fitnah.

19- Kekeliruan sebagian ikhwan tidak berbicara dengan perempuan yang sudah mengaji karena dalih menjaga adab tetapi malah berluas-luas dengan wanita yang belum mengaji dan berpakain syar'ie.

20- Jika ada yang tidak kenal kedudukan seseorang maka bersabarlah dan jangan mencari popularitas.

Demikian, wabillahi at-taufiiq

Bersambung ke faidah seterusnya pada silsilah berikutnya insyaAllah....

---------------------
♻ Silsilah nasihat ke - 67
📝 Broadcast WA Dakwah Jalyat Unaiza_Indo

1 komentar

Burung Kakak Tua

Canda sore;).                                                                        Di sebuah toko penjual burung, mempunyai 2 burung kakak tua. Kedua burung itu berbeda, ƔªϞğ  satu suka bernyayi ϑάη ƔªϞğ  satunya lagi hanya diam saja, datang seseorang ingin membeli burung kakak tua. Ia berkata kepada si penjual burung:
Pembeli: Berapa harga burung kaka tua ini mas...??
Penjual: Kalau ƔªϞğ  suka nyayi itu 500.000 rupiah, sedangkan ƔªϞğ  diam itu 1.000.000 rupiah...
Pembeli: Lho kok ƔªϞğ  suka nyayi harganya lebih murah dari ƔªϞğ  hanya diam saja.
Penjual: yah.... jelas beda wong yang harganya 1.000.000 itu pencipta lagunya kok....

=-?H̶̲̥̅̊ε̲̣̣̣̥ε̲̣̣̣̥ε̲̣̣̣̥:D=-?H̶̲̥̅̊ε̲̣̣̣̥ε̲̣̣̣̥ε̲̣̣̣̥:D=-?H̶̲̥̅̊ε̲̣̣̣̥ε̲̣̣̣̥ε̲̣̣̣̥=-?

1 komentar

TIPS MENGHAFAL AL-QURAN ALA USTADZ YUSUF MANSUR

🌺 TIPS MENGHAFAL AL-QURAN ALA USTADZ YUSUF MANSUR 🌺

faidah dari ceramah "Metodologi Menghafal Qur'an" https://youtu.be/otg0vKtc8U0

1. Ketika seseorang mau ngafal, baru 1-2x or 4-5 berusaha ngafal, udah hafal. Langsung ke ayat berikutnya. Harusnya jangan! Ulang dulu 20-40 kali

2. Ngafal itu di nikmati, bukan dipercepat. Dinikmati, diresapi hingga ayat itu menyatu dengan darah dan daging kita. Dengan hati dan pikiran kita

3. Baca ayat 1, 20-40 kali. Nanti juga hafal sendiri. Pakai dulu dalam shalat sunah. Ayat berikutnya baca 20-40 kali. Hafalnya hafal beneran dah tuch

4. Lihat no ini 922 922 922. Trus tutup artikel ini. Pasti langsung hafal. Itulah “hafalan bohong”. Hafalan permukaan. Minggu depan? Bulan depan? Lupa.

5. Membaca berulang-ulang adalah proses menghafal juga. Rajin-rajin aja baca berulang-ulang. Disabarin, dinikmatin. Tp truuuuuussss jalan hingga tetap hafal 1 surat

6. Seperti an-naba 40 ayat, al-mulk 30 ayat. Selama 40 hari ngafal an-naba. 30 hari ngafal al-mulk. Sambil liat-liat artinya

7. Karena pengen cepat hafal, akhirnya cepat lupa. Ndak dapat juga saripatinya. Gak dapat rasanya. Jangan kayak kejar setoran. Santai tapi pasti

8. 1 ayat di baca 20-40 kali. insyaAllah nanti akan hafal dengan sendirinya. Kl kepanjangan, 1 baris gak masalah. 1 hari 1 baris. Juz amma itu terdiri dari 271 baris. Setahun hafal deh

9. 1 tahun kan 365 hari. Juz amma kan 271 baris. Itu belum di potong surat-surat pendek yang kita hafal. Mungkin hanya 200 baris sisanya

10. Pesan saya, benar-benar di nikmati. Gak pengen kan hafal banyak tapi lupanya juga banyak. Cuma sebutannya saja “sudah hafal”. Padahal sedikit yang nyangkut

11. Lagian ngafal Al-quran itu melebihi nabung duit atau nabung emas

12. Ngafal dengan cara seriiiiinngg baca, berulang-ulang baca, subhanallah…itu sama saja dengan menabung pahala dan kebaikan bergunung-gunung

13. Baris 1 di surat an-naba, 39 huruf. Hitung deh 40 huruf. Pahala 1 huruf 10 kali s/d 100 kali lipat. Coba berapa tuch? Bila baca 20-40 kali ?

14. 40 huruf di ayat 1 an-naba kali 700 pahala/kebaikan x 40 kali =112 ribu. Kalo dicairkan? Bisa beli voucher. Tokonya juga bisa kebeli

15. Pencairan pahala/kebaikan, kerap Allah lakukan. Semacam bonus sebelum the real pembagian bonus di hari hisab. Nah bonus ini boleh di minta

16. Yang belum berjodoh, minta sama Allah. Bonus ngafal berupa jodoh yang bisa sama-sama ngafal sehingga punya keturunan yang hafal Al-quran

17. Yang punya hutang, minta bonus ngafal sama Allah berupa lunasnya hutang. Yg lagi belajar, kuliah, minta bonus kuliah ke jenjang yang lebih tinggi, etc

18. Termasuk yang pengen kaya, asal minta kayanya sama Allah. Why not? It’s just bonus. Jangan takut minta kaya sama Allah. Gak ngafal juga boleh minta

19. Gembirakan hati bahwa Allah tidak hanya Maha Kaya. Tapi juga Maha Pemurah. Sama yang gak sholeh aja pemurah. Bagaimana lagi dengan yang berusaha sholeh.

Grup WA

0 komentar

Ukasyah Radhiyallahu 'anhu

Bacalah sekaliiiii lagi kisah dibawah ini. Copas

💙 Ukasyah Radhiyallahu 'anhu

Dikatakan :

🌴 Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah shollallohu 'alayhi wasallam sebelum meninggal.

Rasulullah telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi beliau sangat lemah.

🌿 Pada suatu hari Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dengan para sahabat. Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendpt taushiyah dari Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam
Beliau duduk dg lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yang tengah dideritanya.

🌴 Kemudian Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai sahabat-sahabatku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah subhanaahu wa ta ala itu adalah satu-satunya Rabb yg layak di sembah?"

🌿Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat, " Benar wahai Rasulullah, Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya Allah subhaanahu wa ta 'ala adalah satu-satunya Rabb yang layak disembah."
Kemudian Rasulullah  bersabda:
"Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada  mereka."
Kemudian Rasulullah bersabda lagi, dan setiap apa yg Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.

🌴Akhirnya sampailah kepada satu pertanyaan yang menjadikan para sahabat sedih dan terharu. Rasulullah  bersabda:
"Sesungguhnya, aku akan pergi menemui  Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dengan  manusia."

🌿Ketika itu semua sahabat diam, dan dalam  hati masing-masing berkata "Mana ada Rasullullah berhutang dengan kita? Kamilah yg banyak berhutang kepada  Rasulullah".
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.

🌴Tiba-tiba bangun seorang lelaki yg bernama UKASYAH, seorang sahabat mantan preman sebelum masuk Islam, dia berkata:

"Ya Rasulullah! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".

Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam berkata: "Sampaikanlah  wahai Ukasyah".

🌿Maka Ukasyah pun mulai bercerita:
"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk tersebut tidak kena pada belakang kuda, tapi justru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri di
belakang kuda yg engkau tunggangi wahai Rasulullah".

🌴Mendengar itu, Rasulullah  berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yg sama."
Dengan suara yg agak tinggi, Ukasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah."

🌿Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian. Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah pada Ukasyah. "Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. bukankah Baginda sedang sakit..!?"

Ukasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah  meminta Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Fatimah.

🌴Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah, kemudian Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?"

Bilal menjawab dg nada sedih: "Cambuk  ini akan digunakan Ukasyah utk memukul Rasulullah"
Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata:
"Kenapa Ukasyah hendak pukul ayahku Rasulullah? Ayahku sedang sakit, kalau mau mukul, pukullah aku anaknya".

Bilal menjawab: "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".

Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikan kepada Ukasyah.

🌿Setelah mengambil cambuk, Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah. Tiba-tiba Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata: "Ukasyah..! kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang yg pertama beriman dengan apa yg Rasulullah  samp [truncated by WhatsApp]

Grup WA

0 komentar

Lebih Afdhol Puasa Syawal di Akhirkan

🌴Lebih Afdhol Puasa Syawal di akhirkan 💐

MENGAPA PUASA 6 HARI SYAWWAL SEBAIKNYA DIAKHIRKAN SETELAH HARI-HARI IED ?

Oleh:
Ustadz Musyaffa Ad Dariny, حفظه الله تعالى
(Kandidat Doktor Univ Islam Madinah)

Syeikh Muhammad Mukhtar Asy-Syinqithi -hafizhohulloh- mengatakan:

Lebih Afdholnya… hendaknya seseorang menjadikan hari-hari iednya untuk kebahagiaan dan kesenangan (dengan tidak berpuasa).

Oleh karena itu, telah valid dalam sebuah hadits yang shohih dari Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bahwa beliau mengatakan untuk hari-hari (tasyriq) di Mina: ‘itu adalah hari-hari makan dan minum… maka janganlah kalian berpuasa di dalamnya”.

Apabila hari-hari Mina yang tiga, karena dekat dengan hari Idul Adha mengambil hukum ini, tentunya hari-hari idul fitri tidak jauh keadaannya dari hukum ini…

Oleh karena itulah, kamu dapati orang-orang akan menjadi ‘tidak enak’ apabila mereka diziarahi oleh seseorang di hari raya, lalu dia menolak hidangan yang disuguhkan dan mengatakan ‘aku sedang berpuasa’, sebaliknya mereka senang bila hidangan itu dinikmati tamunya.

Dan telah datang keterangan dari Nabi -alaihis sholatu wassalam- bahwa ketika beliau diundang oleh seorang sahabatnya dari kalangan Anshor untuk menikmati hidangan bersama sebagian sahabatnya, lalu ada sahabatnya yang menjauh dan mengatakan: ‘sungguh aku sedang berpuasa (sunnah)’.

Maka Nabi -shollallohu alaihi wasallam- mengatakan kepadanya: ‘Sungguh saudaramu telah bersusah payah untukmu, jadi BATALKAN puasamu dan berpuasalah di hari lainnya’.

Ketika tamu masuk pada hari-hari ied, terutama hari kedua dan ketiga, tentu seseorang akan senang dan lega ketika melihat tamunya menikmati hidangannya. Jadi, keadaan seseorang bersegera untuk berpuasa pada hari kedua dan ketiga, ini perlu ditinjau lagi.

Sehingga lebih afdhol dan lebih sempurna bila seseorang menyenangkan perasaan orang lain (dengan tidak berpuasa). Bisa jadi di hari kedua dan ketiga ini ada acara-acara undangan, bisa jadi dia menjadi tamu mereka, dan mereka senang bila dia ada dan ikut menikmati hidangan mereka.

Maka perkara-perkara seperti ini; mementingkan silaturrahim dan membahagiakan kerabat, tidak diragukan lagi di dalamnya terdapat keutamaan yang lebih afdhol dari amalan (puasa) sunnah.

Ada sebuah kaidah mengatakan: ‘Jika ada dua keutamaan yang sama bertabrakan, dan salah satunya bisa dilakukan di waktu lain… maka hendaknya keutamaan yang bisa dilakukan di waktu lain diakhirkan’. Bahkan, silaturrahim tidak diragukan lagi termasuk diantara amalan taqorrob yang paling utama.

Di sisi lain, syariat telah melapangkan untuk para hambanya dalam puasa 6 hari Syawwal ini, dia menjadikannya ‘mutlak’ (tidak terikat), boleh dilakukan di seluruh hari bulan syawwal, maka pada hari apapun puasa itu dilakukan di bulan syawwal; ia dibolehkan selain pada hari ied.

Berdasarkan keterangan ini, maka tidak ada alasan bagi seseorang untuk mempersulit dirinya dalam bersilaturrahim dan membahagiakan kerabatnya dan orang yang menziarahinya pada hari ied.

Oleh karena itu, hendaknya dia mengakhirkan puasa 6 hari syawal ini, sampai setelah hari-hari yang dekat dengan ied, karena orang-orang membutuhkan hari-hari ied itu untuk menciptakan nuansa bahagia dan memuliakan tamu, dan tidak diragukan bahwa mementingkan hal itu akan mendatangkan pahala, yang bisa saja melebihi pahala sebagian amal ketaatan (puasa)…

[Kitab: Syarah Zadul Mustaqni’, 107/5]. (87)
***

Grup WA

0 komentar

Beginilah Musuh Islam Menghancurkan Kita.

Simak yg satu ini dulu ya...
🌜SEMOGA BERMANFAAT
Beginilah musuh islam menghancurkan kita, yuk simak ceritanya..

🍍Ibu Guru berkerudung rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan Syari’at Islam. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus.

Ibu Guru berkata, “Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus.
Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah “Kapur!”, jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah “Penghapus!” Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti.

Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.
Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, “Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah “Penghapus!”, jika saya angkat penghapus, maka katakanlah “Kapur!”. Dan permainan diulang kembali.

🍍Maka pada mulanya murid-murid itu keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.

🍍“Anak-anak, begitulah ummat Islam. Awalnya kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Namun kemudian, musuh musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk menukarkan yang haq itu menjadi bathil, dan sebaliknya.

🍍Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kalian menerima hal tersebut, tetapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu.

🍍Dan kalian mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika.”
“Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, sex sebelum nikah menjadi suatu hiburan dan trend, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup, korupsi menjadi kebanggaan dan lain lain.

🍍Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Paham?” tanya Guru kepada murid-muridnya. “Paham Bu Guru” “Baik permainan kedua,” Ibu Guru melanjutkan. “Bu Guru ada Qur’an, Bu Guru akan meletakkannya di tengah karpet. Quran itu “dijaga” sekelilingnya oleh ummat yang dimisalkan karpet. Sekarang anak-anak berdiri di luar karpet.

🍍Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur’an yang ada di tengah dan ditukar dengan buku lain, tanpa memijak karpet?” Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain, tetapi tak ada yang berhasil.

Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur’an ditukarnya dengan buku filsafat materialisme. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet.
“Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya.

Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak kalian dengan terang-terangan. Karena tentu kalian akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tetapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar.

🍍Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina pundasi yang kuat. Begitulah ummat Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau fondasinya dahulu. Lebih mudah hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dahulu, kursi dipindahkan dahulu, lemari dikeluarkan dahulu satu persatu, baru rumah dihancurkan…”

🍍“Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kalian. Mereka tidak akan menghantam terang-terangan, tetapi ia akan perlahan-lahan meletihkan kalian. Mulai dari perangai, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun kalian itu Muslim, tetapi kalian telah meninggalkan Syari’at Islam sedikit demi sedikit.

Dan itulah yang mereka inginkan.”
“Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Bu Guru?” tanya mereka. Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tetapi sekarang tidak lagi. Begitulah ummat Islam. Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur.

Tetapi kalau diserang serentak terang-terangan, baru mereka akan sadar, lalu mereka bangkit serentak. Selesailah pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdo’a dahulu sebelum pulang…”

🍍Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya.
***

🍍Ini semua adalah fenomena Ghazwu lFikri (perang pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh Islam.

Allah berfirman dalam surat At Taubah yang artinya:
“Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, sedang Allah tidak mau selain menyempurnakan cahayaNya, sekalipun orang-orang kafir itu benci akan hal itu.”(QS. At Taubah :32).

🍍Musuh-musuh Islam berupaya dengan kata-kata yang membius ummat Islam untuk merusak aqidah ummat umumnya, khususnya generasi muda Muslim. Kata-kata membius itu disuntikkan sedikit demi sedikit melalui mas media, grafika dan elektronika, tulisan-tulisan dan talk show, hingga tak terasa.

🍍Begitulah sikap musuh-musuh Islam. Lalu, bagaimana sikap kita…?
Semoga kita bisa terhindar dari tipu daya dunia yang menyebabkan kita malah jauh dari Pemilik Dunia (Allah Swt). Ya Allah lindungi kami, dan bimbing kami agar kami selalu berada di jalan-Mu... Aamiin ya Rabbal'alaamiin⛅

Grup wa

0 komentar

MUKADIMAH KHUTBAH JUMAT

MUKADDIMAH KHUTBAH JUM’AT
Teks Pengantar Khotbah

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا  أَمَّا بَعْدُ

0 komentar

Untuk Anakku dan Para Guru

Nak .... bergurulah agar engkau beroleh bekalan ilmu

Nak ... jagalah akhlakmu sebagai penuntut ilmu

Nak....gurumu lebih berpengalaman darimu dalam beramal hormatilah ia

Nak....bergaulah dengan baik selama menuntut ilmu, madrasahmu adalah lingkungan terbaikmu menimba pengalaman

Wahai guru....
Ajarkan anak kami ilmu yang bermanfaat

Wahai guru....
Didiklah anak kami kebaikan akhlaqmu

Wahai guru...
Bimbinglah anak kami
agar beroleh pengalaman dalam beramal

Wahai guru...
Ajak anak kami mendapatkan lingkungan yang sehat, bersih dan terjaga dari segala fitnah

Wahai guru....
Hantarkanlah anak kami menuju ketenangan jiwa, luasnya cara pandang, dalamnya relung berfikir

Wahai guru....
Anak kami berbekal tata krama, lembut tutur kata, halus budi pekerti, murah dan santun beretika serta tinggi cita cita

Terima kasih guru....
Anak kami meneladanimu menguatkan tekad dan semangat,  mengokohkan kekuatan dan ketaatan

Terima kasih guru.....
Anak kami meneladanimu berperilaku dalam amal dan giat bekerja menggapai cita

Selamat berkreasi membentuk lingkungan sehat bagi tumbuh dan berkembangnya peserta didik.

0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SABILUNA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger