Featured Post Today
print this page
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Pemuda Masa Depan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemuda Masa Depan. Tampilkan semua postingan

Beginilah Musuh Islam Menghancurkan Kita.

Simak yg satu ini dulu ya...
🌜SEMOGA BERMANFAAT
Beginilah musuh islam menghancurkan kita, yuk simak ceritanya..

🍍Ibu Guru berkerudung rapi tampak bersemangat di depan kelas sedang mendidik murid-muridnya dalam pendidikan Syari’at Islam. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus.

Ibu Guru berkata, “Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus.
Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah “Kapur!”, jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah “Penghapus!” Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti.

Ibu Guru mengangkat silih berganti antara tangan kanan dan tangan kirinya, kian lama kian cepat.
Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata, “Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah “Penghapus!”, jika saya angkat penghapus, maka katakanlah “Kapur!”. Dan permainan diulang kembali.

🍍Maka pada mulanya murid-murid itu keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.

🍍“Anak-anak, begitulah ummat Islam. Awalnya kalian jelas dapat membedakan yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Namun kemudian, musuh musuh ummat Islam berupaya melalui berbagai cara, untuk menukarkan yang haq itu menjadi bathil, dan sebaliknya.

🍍Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kalian menerima hal tersebut, tetapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kalian terbiasa dengan hal itu.

🍍Dan kalian mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan etika.”
“Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang pelik, zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, sex sebelum nikah menjadi suatu hiburan dan trend, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup, korupsi menjadi kebanggaan dan lain lain.

🍍Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disedari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Paham?” tanya Guru kepada murid-muridnya. “Paham Bu Guru” “Baik permainan kedua,” Ibu Guru melanjutkan. “Bu Guru ada Qur’an, Bu Guru akan meletakkannya di tengah karpet. Quran itu “dijaga” sekelilingnya oleh ummat yang dimisalkan karpet. Sekarang anak-anak berdiri di luar karpet.

🍍Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur’an yang ada di tengah dan ditukar dengan buku lain, tanpa memijak karpet?” Murid-muridnya berpikir. Ada yang mencoba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain, tetapi tak ada yang berhasil.

Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur’an ditukarnya dengan buku filsafat materialisme. Ia memenuhi syarat, tidak memijak karpet.
“Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya.

Musuh-musuh Islam tidak akan memijak-mijak kalian dengan terang-terangan. Karena tentu kalian akan menolaknya mentah-mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tetapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar.

🍍Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibina pundasi yang kuat. Begitulah ummat Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau fondasinya dahulu. Lebih mudah hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dahulu, kursi dipindahkan dahulu, lemari dikeluarkan dahulu satu persatu, baru rumah dihancurkan…”

🍍“Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kalian. Mereka tidak akan menghantam terang-terangan, tetapi ia akan perlahan-lahan meletihkan kalian. Mulai dari perangai, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun kalian itu Muslim, tetapi kalian telah meninggalkan Syari’at Islam sedikit demi sedikit.

Dan itulah yang mereka inginkan.”
“Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Bu Guru?” tanya mereka. Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tetapi sekarang tidak lagi. Begitulah ummat Islam. Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya hancur.

Tetapi kalau diserang serentak terang-terangan, baru mereka akan sadar, lalu mereka bangkit serentak. Selesailah pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdo’a dahulu sebelum pulang…”

🍍Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya.
***

🍍Ini semua adalah fenomena Ghazwu lFikri (perang pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh Islam.

Allah berfirman dalam surat At Taubah yang artinya:
“Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, sedang Allah tidak mau selain menyempurnakan cahayaNya, sekalipun orang-orang kafir itu benci akan hal itu.”(QS. At Taubah :32).

🍍Musuh-musuh Islam berupaya dengan kata-kata yang membius ummat Islam untuk merusak aqidah ummat umumnya, khususnya generasi muda Muslim. Kata-kata membius itu disuntikkan sedikit demi sedikit melalui mas media, grafika dan elektronika, tulisan-tulisan dan talk show, hingga tak terasa.

🍍Begitulah sikap musuh-musuh Islam. Lalu, bagaimana sikap kita…?
Semoga kita bisa terhindar dari tipu daya dunia yang menyebabkan kita malah jauh dari Pemilik Dunia (Allah Swt). Ya Allah lindungi kami, dan bimbing kami agar kami selalu berada di jalan-Mu... Aamiin ya Rabbal'alaamiin⛅

Grup wa

0 komentar

Untuk Anakku dan Para Guru

Nak .... bergurulah agar engkau beroleh bekalan ilmu

Nak ... jagalah akhlakmu sebagai penuntut ilmu

Nak....gurumu lebih berpengalaman darimu dalam beramal hormatilah ia

Nak....bergaulah dengan baik selama menuntut ilmu, madrasahmu adalah lingkungan terbaikmu menimba pengalaman

Wahai guru....
Ajarkan anak kami ilmu yang bermanfaat

Wahai guru....
Didiklah anak kami kebaikan akhlaqmu

Wahai guru...
Bimbinglah anak kami
agar beroleh pengalaman dalam beramal

Wahai guru...
Ajak anak kami mendapatkan lingkungan yang sehat, bersih dan terjaga dari segala fitnah

Wahai guru....
Hantarkanlah anak kami menuju ketenangan jiwa, luasnya cara pandang, dalamnya relung berfikir

Wahai guru....
Anak kami berbekal tata krama, lembut tutur kata, halus budi pekerti, murah dan santun beretika serta tinggi cita cita

Terima kasih guru....
Anak kami meneladanimu menguatkan tekad dan semangat,  mengokohkan kekuatan dan ketaatan

Terima kasih guru.....
Anak kami meneladanimu berperilaku dalam amal dan giat bekerja menggapai cita

Selamat berkreasi membentuk lingkungan sehat bagi tumbuh dan berkembangnya peserta didik.

0 komentar

5 Perkara yang Akan Ditanyakan pada Hari Kiamat

Beriman kepada hari kiamat merupakan salah satu
rukun iman yang menjadi konsekuensi bagi setiap
muslim, yang mana keimanan seseorang tidaklah
sempurna tanpa beriman terhadapnya. Hari kiamat
disebut juga hari akhir karena tidak akan ada hari
lagi setalahnya. Dan di hari kiamat inilah setiap
manusia akan mengetahui di mana ia akan hidup
kekal, di surga atau neraka.
Mengenai hari kiamat ini, Allah dan RasulNya
shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengabarkan
kepada kita baik itu melalui ayat-ayat al-Qur’an
maupun melalui Hadits-hadits yang mulia. Salah
satu Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
yang menggambarkan keadaan hari kiamat adalah
Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud
radhiyallahu ‘anhu . Dalam Hadits tersebut
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ﻟَﺎ ﺗَﺰُﻭْﻝُ ﻗَﺪَﻣَﺎ ﺍﺑْﻦِ ﺁﺩَﻡَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻣِﻦْ ﻋِﻨْﺪِ ﺭَﺑِّﻪِ ﺣَﺘَﻰ ﻳُﺴْﺄَﻝَ ﻋَﻦْ ﺧَﻤْﺲٍ
ﻋَﻦْ ﻋُﻤْﺮِﻩِ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺃَﻓْﻨَﺎﻩُ ﻭَﻋَﻦْ ﺷَﺒَﺎﺑِﻪِ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺃَﺑْﻠَﺎﻩُ ﻭَﻋَﻦْ ﻣَﺎﻟِﻪِ ﻣِﻦْ ﺃَﻳْﻦَ ﺍﻛْﺘَﺴَﺒَﻪُ
ﻭَﻓِﻴْﻤَﺎ ﺃَﻧْﻔَﻘَﻪُ ﻭَﻣَﺎﺫَﺍ ﻋَﻤِﻞَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﻋَﻠِﻢَ .
“ Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari
kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya
tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya
untuk apa ia habiskan , tentang masa mudanya
untuk apa ia gunakan , tentang hartanya dari mana
ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut)
ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan
dari ilmu yang dimilikinya. ” (HR. at-Tirmidzi no.
2416, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir , jilid
10, hal 8, no. 9772 dan Hadits ini telah dihasankan
oleh Syaikh Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-
Shahihah no. 946)
Dalam Hadits tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wasallam mengabarkan kepada kita bahwasanya,
kelak di hari kiamat setiap Bani Adam (manusia)
akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah
Subhanahu wa Ta’ala mengenai 5 (lima) perkara, di
antaranya adalah tentang:
1. Umurnya
2. Masa mudanya
3. Hartanya (dari mana ia dapatkan)
4. Hartanya (dalam hal apa ia belanjakan)
5. Ilmu yang dimilikinya
Barangsiapa yang bisa menjawab dan
mempertanggungjawabkan kelima perkara tersebut
kelak di hari kiamat, maka dia akan menjadi orang
yang beruntung. Dan dengan izin Allah, dia pun
akan mendapatkan apa-apa yang telah Allah
janjikan kepada hamba-hambaNya yang bertakwa
berupa kenikmatan-kenikmatan surga. Namun
apabila ia tidak bisa mempertanggungjawabkannya
di hadapan Allah, maka sungguh dia termasuk
orang-orang yang celaka dan mendapatkan adzab
yang pedih dariNya.
Semoga kita digolongkan oleh Allah ke dalam
orang-orang yang bisa memanfaatkan umur, masa
muda, harta, dan ilmu dengan sebaik mungkin agar
kelak kita bisa mempertanggungjawabkannya di
hadapan Allah. Dan semoga Allah memudahkan kita
untuk bisa berkumpul dengan orang-orang yang
shalih dari kalangan Nabi dan Rasul serta orang-
orang yang sejalan dengan mereka.
ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺁﺗِﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻓِﻲ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻗِﻨَﺎ ﻋَﺬَﺍﺏَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ
“ Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan
kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari
siksa Neraka. ” (QS. al-Baqarah [2]: 201)
Balikpapan, 24 Rabi’uts Tsani 1434 / 7 Maret 2013
Penulis: Mu’adz Mukhadasin
www.muadz.com

0 komentar

Mencari Jodoh Salih dan Shalihah


Sebagian kaum lelaki berkata :
"Betapa sulitnya menemukan Wanita Sholehah di
zaman sekarang."
Sebagian kaum wanita juga berkata :
"Betapa susahnya mencari Lelaki Sholeh di masa
sekarang."
Hemm...
Mungkin pernyataan diatas ada benarnya juga
walaupun tidak sepenuhnya benar. Kenapa? Karena
alangkah baiknya kalau pernyataan tersebut kita
tujukan untuk diri sendiri terlebih dahulu sebelum
diucapkan kepada orang lain.
"Sudah menjadi Lelaki baikkah diriku? Sudah
menjadi Lelaki sholehkah diriku?"
"Sudah menjadi Wanita baikkah diriku? Sudah
menjadi Wanita Sholehahkah diriku?"
Begitulah seharusnya kita bertanya.
Kadang kita terlalu sibuk untuk menilai orang lain
sehingga kita lupa untuk menilai diri sendiri.
Kadang kita terlalu sibuk MENCARI sosok yang
baik.
Kadang kita terlalu sibuk MENCARI sosok yang
menurut kita Sholeh atau Sholehah. Sehingga
kadang
kita sendiri lupa untuk berusaha MENJADI sosok
yang Sholeh atau Sholehah.
Muncul satu pertanyaan..
Sudah pantaskah kita berharap untuk bisa
mendapatkan sosok yang Sholeh atau Sholehah?
Jawabannya berpulang pada diri kita masing-
masing.
Jangan terlalu bermimpi mendapatkan Wanita
Sholehah kalau masih belum mampu menjadi Lelaki
Sholeh.
Jangan bermimpi mendapatkan Lelaki Sholeh kalau
belum mampu menjadi Wanita Sholehah.
Tak perlu bersusah payah untuk MENCARI yang
Sholeh atau Sholehah. Tapi MENJADILAH Sholeh
atau
Sholehah terlebih dahulu.
Karena apa?
Karena Allah telah menyiapkan pasangan yang
sesuai
dengan jati diri kita. Yang sesuai dengan
kepribadian
kita. Yang sesuai dengan kadar keimanan dan
ketakwaan kita. Yang sesuai dengan potret kita
sendiri.
Ingat, lelaki baik untuk wanita yang baik. begitu
juga sebaliknya. Itulah ketetapan Allah yang sudah
pasti kebenarannya!
Masih mau menunggu apa lagi?
Yuk mari kita memulai dari diri sendiri dahulu
untuk
menjadi baik.
Tak perlu menunggu orang lain menjadi baik. Dan
tak
perlu terlalu sibuk untuk menilai orang lain yang
pada akhirnya kita lupa untuk menilai diri sendiri.
Setuju...??
dari status Abu Zulfa
-admin bram
Meme Komik Islami
https://m.facebook.com/photo.php?
fbid=749508481752838&id=496253903744965&set=pb
.496253903744965.-2207520000.1419211499.&refid=
13

0 komentar

Menangis itu harus! Tapi...

Menangis ialah ungkapan dari perasaan lewat air
mata. Bisa karna meluapkan rasa sedih ataupun
bahagia.
Remaja kini kebanyakan senang2 kalau sudah
bertemu kawan. Ketawa cekikikan bahagia tapi
ingatkah kita untuk menangis? Tapi remaja menangis
karna apa ya? Hihi
Guys... Menangis itu dianjurkan. Tapi, menangis
karna takut kpada Allah ya... Nih hadist salah satu
manfaat menangis karna takut padaNya...
ada 2 mata yg tidak akan disentuh api
neraka. mata yg menangis karna takut
kpda Allah. mata yg berjaga dijalan Allah.
(Hr. Bukhori)
Hem.. bahkan yg belum bisa menangis mesti latihan
agar bisa menangis karna takut kepada Allah.
Pancinglah dgn apapun. misalnya kita bisa mengingat
ksalahan dimasa lalu.
Ini juga keistimewaan menangis karna takut kpada
Allah. Cek it...
Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda,
“Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat
naungan Allah dalam naungan-Nya, pada hari yang
tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu : 1.
pemimpin yang adil, 2. pemuda yang tumbuh dengan
ibadah kepada Allah (selalu beribadah), 3. seseorang
yang hatinya senantiasa bergantung pada masjid-
masjid (sangat mencintainya dan selalu melakukan
shalat jamaah di dalamnya), 4. dua orang yang
saling mengasihi karena Allah (keduanya berkumpul
dan berpisah karena Allah), 5. seorang laki-laki yang
diajak (berzina) oleh seorang perempuan yang punya
kedudukan lagi cantik, tetapi dia mengatakan, “Aku
takut kepada Allah !”, 6. seseorang yang bersedeqah
dengan merahasiakannya sehingga tangan kanannya
tidak tahu apa yang diberikan oleh tangan kirinya,
7. dan seseorang yang ingat kepada Allah diwaktu
sunyi, sehingga meleleh air mata dari kedua
matanya”.
[HR. Bukhari dan Muslim]
"seseorang yang ingat kepada Allah diwaktu sunyi,
sehingga meleleh air mata dari kedua matanya" (ada
diurutan ke 7 hdst di atas)
duhh... Indah banget yaa tengah malem yg sepi kita
nangis karna Allah.. Penghambaannya jadi lebih
berasa (boleh dicoba, amalkan lebih baik)

0 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SABILUNA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger